Jelang Kongres HMI XXXIII, 10 Ribu Kader Diprediksi Padati Bandarlampung

 


BANDAR LAMPUNG — Kota Bandarlampung bersiap menyambut gelaran Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXXIII. Sebanyak 10 ribu kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan memadati ibu kota Provinsi Lampung tersebut.


Kongres HMI XXXIII dijadwalkan berlangsung di Bandarlampung pada 28 November hingga 11 Desember 2026.


Persiapan menyambut agenda nasional tersebut menjadi perhatian HMI Cabang Bandarlampung. Hal itu disampaikan jajaran Pengurus Cabang HMI Bandarlampung saat beraudiensi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Balai Wartawan H. Solfian Achmad, Selasa (6/10/2026).


Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung, Khair Bahnan Alfatih, hadir didampingi Wasekum Bidang Politik dan Demokrasi Erza Refenza serta Wasekum Bidang PHO Rendi Karisma Afriza.


Rombongan diterima Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah, didampingi Wakil Ketua Bidang Siber Ariyadi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Asdizal, serta Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Segan P. Simanjuntak.


Khair mengatakan, persiapan pelaksanaan kongres saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Persiapan tersebut mencakup kesiapan gedung, teknis keberangkatan peserta hingga kebutuhan selama pelaksanaan kongres.


Menurutnya, hingga saat ini sekitar 5.400 kader telah mengonfirmasi kehadiran. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga mencapai sekitar 10 ribu kader.


Ribuan peserta nantinya akan dipusatkan di Islamic Centre. Sementara kebutuhan konsumsi selama tiga hari akan ditanggung panitia melalui skema mandat.


Untuk pembukaan kongres, panitia merencanakan kegiatan digelar di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (GSG Unila).


Di tengah persiapan tersebut, dinamika perebutan kursi kepemimpinan HMI juga mulai menghangat. Khair menyebut sedikitnya 42 kandidat telah muncul dan diperkirakan ikut dalam kontestasi pada Kongres HMI XXXIII.


Selain teknis pelaksanaan, persoalan akomodasi peserta juga menjadi perhatian panitia. Khair menegaskan HMI Cabang Bandarlampung tidak menyediakan hotel bagi peserta kongres, termasuk Pengurus Besar (PB) HMI.


Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pengalaman kongres sebelumnya yang diwarnai persoalan pemesanan kamar hotel dengan mengatasnamakan panitia lokal maupun HMI cabang setempat.


“Belajar dari pengalaman kongres-kongres sebelumnya, ada uang booking hotel mengatasnamakan panitia lokal atau HMI Cabang setempat,” ujarnya.


Untuk mengantisipasi persoalan serupa, panitia akan menyurati Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus mengatur kebutuhan akomodasi selama kongres berlangsung.


Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan hadir sekaligus membuka Kongres HMI XXXIII. Namun, hingga kini kehadiran Presiden masih sebatas rencana atau informasi dari pihak panitia.


Kongres HMI XXXIII merupakan forum tertinggi organisasi yang menjadi ruang evaluasi sekaligus menentukan arah perjalanan HMI ke depan. Forum tersebut juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi.


Dengan persiapan yang diklaim telah mencapai 90 persen, HMI Cabang Bandarlampung kini mematangkan sejumlah kebutuhan teknis untuk menyambut kedatangan ribuan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia.