Ketua Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Usut Jaringan Narkoba hingga Bandar Besar



BANDARLAMPUNG — Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Garinca Reza Fahlevi, mengapresiasi pengungkapan kasus penyelundupan narkoba yang dilakukan Polda Lampung. 


Namun, ia mendorong aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku yang tertangkap di lapangan.


Garinca meminta pengusutan dilakukan secara lebih mendalam untuk membongkar jaringan narkoba hingga ke tingkat bandar besar dan pemasok.


“Kita pertama mengapresiasi kerja-kerja Polda yang dilakukan dalam konteks mereka menjalankan pemberantasan narkoba tersebut,” ujar Garinca saat di konfirmasi Senin,(28/09/2026).


Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba harus terus ditingkatkan. Terlebih, modus yang digunakan jaringan narkoba terus berkembang, termasuk dengan melibatkan pihak keluarga seperti istri maupun keluarga inti lainnya.


“Selain mengapresiasi juga menghimbau bahwa pengusutan proses-proses narkoba tersebut bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.


Garinca juga meminta aparat penegak hukum memberikan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum terhadap para pelaku narkoba. Sebab, menurutnya, narkoba memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.


“Persoalan narkoba ini kan persoalan kejahatan luar biasa. Bukan hanya sekadar kejahatan yang sifatnya mengedarkan narkoba tersebut, tapi juga dampak yang ditimbulkan oleh narkoba tersebut yang merusak sendi-sendi kehidupan,” ujarnya.


Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba, termasuk tempat hiburan malam hingga kegiatan masyarakat di desa dan kampung.


Garinca menegaskan, pengungkapan kasus dengan barang bukti narkoba dalam jumlah besar seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.


“Pengungkapannya lebih detail, lebih mendalam. Sampai penyusutannya sampai akarnya,” tegasnya.


Ia berharap penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku yang tertangkap, tetapi dapat mengungkap bandar besar, pemasok, hingga jaringan di balik peredaran narkoba tersebut.


“Sampai ibarat kata penyelidikannya dituntaskan sampai bandar besarnya, kalau perlu sampai pemasoknya, jaringannya. Diungkapkan ada keseriusan dari pihak kepolisian,” pungkas Garinca.