BANDARLAMPUNG(M9G) – Setelah menerima informasi terkait adanya warga Bandar Lampung yang tinggal dibawah kolong jembatan (Flyover), Dinas Sosial langsung bergerak cepat berikan bantuan.
Kisah haru seorang warga Bandar Lampung yang terpaksa memilih tinggal dibawah kolong jembatan (Flyover) karena memiliki keterbatasan pendapatan kini telah menemukan titik cerah.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Rehabsos), Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Sriwati mengatakan setelah menerima informasi terkait warga yang tinggal di Flyover, pihaknya langsung melakukan peninjauan dilokasi tempat Parno tinggal.
Dari hasil peninjauan tim dilapangan, kata dia, Dinas Sosial memberikan bantuan pembayaran tempat tinggal sementara selama 3 bulan kedepan serta peralatan lainnya.
"Dari Hasil asesmen pendamping Rehabsos dilapangan rencananya akan ditanggung Biaya kontrakan, perlengkapan kamar, sembako dan alat mandi. Biaya kontrakkan telah di epakati 300rb per bulan, kalau memang bisa kita sisihkan dari anggaran yang ada mungkin 2 atau 3 bulan kedepan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/8/2026).
Sriwati mengatakan, pemerintah telah mengusung program bagi warga yang berpenghasilan rendah. Menurutnya, bantuan tersebut dikhususkan bagi pemulung dan pengemis yang terjaring razia serta berdomisili Kota Bandar Lampung.
"Dinas Sosial ada bantuan untuk keluarga yang berpenghasilan rendah, sebetulnya bantuannya khususkan untuk pengemis, pemulung yang terjaring razia yang memiliki KTP Bandar Lampung," kata Sri.
Sri menjelaskan, bantuan tersebut bergantung terhadap penilaian tim dilapangan. Setelah memasuki katagori, Dinsos memberikan bantuan diantaranya, pendampingan buka usaha rumahan.
"Bentuk bantuannya tergantung asesmen para pendamping di lapangan, bisa membuka kembali usahanya tapi usaha rumahan, support jualan sayuran, jualan kue dan lain-lain karena modal ga ada atau barang kebutuhan jika hasil asesmen mereka tidak pernah punya usaha," jelasnya.
Selain itu, Sri juga mengatakan, kedepannya, Dinas Sosial Kota Bandar Lampung akan melakukan pengawasan serta bantuan bagi warga yang berpenghasilan rendah.
"Insyaallah akan kami bantu dengan bantuan kegiatan warga berpendapatan rendah, dalam bentuk sembako dan kebutuhan dasar seperti kasur dan lain-lain," ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Dinsos ke depan akan melakukan perbaikan Kartu Keluarga (KK) terlebih dahulu. Setelah itu, pihaknya akan mengusulkan ke Kementerian Sosial untuk mendapatkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
“Untuk sementara akan kami dampingi dalam proses perbaikan KK terlebih dahulu, karena dalam KK tersebut nama orang tua, istri, dan suami tercantum sama. Setelah itu, akan kami usulkan ke Kemensos untuk mendapatkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Kebetulan Pak Parno masuk dalam DTSEN desil 2 dan saat ini baru mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk KIS,” tutupnya.
