BANDAR LAMPUNG (MEDIA SEMBILAN) – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang dan potensi kebakaran lahan yang dapat terjadi selama cuaca panas.
Andika mengatakan, kondisi cuaca yang semakin panas dan kering perlu diantisipasi bersama, terlebih kebakaran lahan telah terjadi di sejumlah lokasi.
“Ini kan El Nino sudah mulai, artinya dampak kemarau panjang itu akan melanda Indonesia. Jadi kita selaku masyarakat harus antisipasi,” kata Andika, saat di konfirmasi via WhatsApp,Jumat(14/08/2026).
Ia mencontohkan, kebakaran lahan yang terjadi di pinggir Jalan Raya Alam Suci diduga dapat dipicu oleh kelalaian manusia, salah satunya puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Jangan buang puntung rokok sembarangan, karena dampak cuaca sangat panas dan juga angin itu dapat menyebarkan api dengan cepat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau. Selain mengantisipasi kebakaran, warga juga perlu mempersiapkan diri menghadapi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu kebutuhan air.
“Kita harus sama-sama menjaga lingkungan kita, baik dari bahaya El Nino yang berkepanjangan kemudian juga dampak kekeringan,” katanya.
Andika juga mendorong adanya langkah antisipasi terhadap kekeringan, termasuk penyediaan sumber air melalui sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
“Dampak kekeringan ini perlu adanya penyerapan atau antisipasi dari warga untuk membuat sumur bor,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menyebut pemerintah juga perlu menyiapkan langkah strategis menghadapi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya melalui teknologi modifikasi cuaca yang dapat dilakukan untuk membantu mengantisipasi kekeringan.
“Pemerintah juga tak tinggal diam. Ke depan ada modifikasi cuaca, karena sekarang bisa modifikasi cuaca untuk menghadapi dampak dari El Nino,” pungkasnya. (MIF)
