BANDARLAMPUNG – Menganggapi perselisihan antara Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan SMA Teladan Way Jepara, Ahmad Azhari, dan seorang siswa berinisial S, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico tegaskan pihak sekolah mengedepankan pendidikan karakter.
Thomas meminta pihak sekolah agar lebih mengutamakan pendidikan karakter bukan hanya pendidikan akademik. Selain itu, ia juga meminta pengawasan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk dapat dimaksimalkan.
"Kedepan kita minta sekolah lebih mengedepankan pendidikan karakter ya bukan hanya akademik. Pemantauan oleh guru BK lebih dimaksimalkan," Ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/08/2026).
Sementara itu, penyelesaian perselisihan antara pihak sekolah dan siswa, telah difasilitasi oleh Polsek Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.
Kapolsek Way Jepara AKP Gobel mengatakan, perselisihan yang terjadi antara pihak sekolah dan siswa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Perselisihan antara guru dan siswa di SMA Teladan akhirnya berujung damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan dan saling memaafkan," kata Gobel, Selasa (11/8/2026) malam.
Menurut Gobel, penyelesaian tersebut dilakukan melalui pertemuan yang melibatkan pihak sekolah, keluarga siswa, dan perangkat desa setempat.
Ia memastikan proses penyelesaian persoalan berlangsung dalam kondisi kondusif dan kedua pihak telah sepakat tidak melanjutkan permasalahan tersebut.
"Persoalan guru dan murid di SMA Teladan tersebut telah berdamai, tidak ada persoalan lagi, dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan," ujar Gobel.
Gobel menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 13.35 WIB di area parkir SMA Teladan Way Jepara.
Menurut keterangan yang diterima polisi, seorang siswa berinisial S menggeber sepeda motornya secara berulang kali di kawasan sekolah sehingga menimbulkan suara bising.
Tindakan tersebut kemudian mendapat teguran dari petugas keamanan sekolah. Teguran itu berujung pada percekcokan antara S dan satpam.
Melihat situasi tersebut, Ahmad Azhari yang saat itu menjabat sebagai Waka Bidang Kesiswaan kemudian berusaha melerai dan menenangkan keduanya.
"Jadi melihat percekcokan tersebut, Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan, Ahmad Azhari, berusaha datang untuk melerai dan menenangkan situasi," kata Gobel.
Gobel mengatakan, dalam situasi tersebut S menyampaikan pernyataan bahwa dirinya akan keluar dari sekolah.
Setelah itu, menurut keterangan polisi, terjadi tindakan fisik berupa satu kali tamparan yang dilakukan Ahmad Azhari ke arah wajah S.
Dua hari setelah kejadian, tepatnya Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, S datang ke SMA Teladan dengan didampingi orangtua dan Kepala Desa Mekar Jaya untuk meminta klarifikasi terkait kejadian tersebut.
Kedatangan S bersama keluarga dan kepala desa kemudian diterima oleh Kepala SMA Teladan, Oman.
