Bandar Lampung (M9) – Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika harga kebutuhan pokok terkendali, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa mengalami tekanan pengeluaran yang berlebihan.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Budi Santoso, mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
"Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan perilaku belanja masyarakat harus sama-sama dijaga agar harga tetap stabil," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional serta berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan komoditas yang mengalami lonjakan harga.
Ekonom Universitas Lampung, Siti Rahmawati, menilai inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menyusun rencana produksi dan investasi.
"Ketika inflasi berada pada level yang stabil, pelaku usaha lebih percaya diri untuk mengembangkan usahanya karena kondisi pasar lebih mudah diprediksi," katanya.
Selain peran pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu. Pola konsumsi yang rasional akan membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Melalui sinergi pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
