Bandar Lampung(M9) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua pelajar asal Lampung Utara yang menjadi korban kecelakaan di perlintasan kereta api di Desa Negeriratu KM 126, Kecamatan Sungkai Utara, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Thomas mengatakan peristiwa tersebut merupakan musibah yang sangat memukul di dunia pendidikan. Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat sekaligus bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar lebih meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi para pelajar.
" Ini musibah bagi kami. Anak murid kami sampai meninggal. Tentunya ini menjadi koreksi dan peringatan bagi yang lain untuk hati-hati berkendara," Ujar Thomas via telpon, Rabu (15/07/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung juga akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait kondisi perlintasan kereta api, terutama mengenai kelengkapan palang pintu serta rambu-rambu peringatan guna meminimalisasi potensi kecelakaan.
"Kemudian juga kami akan berkoordinasi dengan pihak PT KAI terkait palang pintu, supaya nanti juga menjadi atensi. Agar ada tanda-tanda atau rambu apabila kereta lewat," ujarnya.
Selain itu, Thomas menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi evaluasi terhadap penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar, terutama yang belum memenuhi persyaratan untuk mengemudi karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Ya, tentu itu menjadi perhatian kami. Mereka kan bukan usia yang diperbolehkan membawa mobil. Tentu ini menjadi evaluasi ke depan, karena mereka juga belum punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Nah, tentu ini menjadi perhatian bagi anak-anak ke depan dan guru untuk melakukan pembinaan," ungkapnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan telah menginstruksikan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa maupun orang tua mengenai pentingnya keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
"Ya, kita sudah menginformasikan kepada sekolah untuk menjadi tindak lanjut, yaitu melakukan pembinaan kepada orang tua dan siswa agar lebih berhati-hati," tutup Thomas.
