Semarak Pramuka Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026, Pemprov Lampung Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda di Era Digital



BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri Semarak Pramuka Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026 tingkat SMA/SMK/MA se-Provinsi Lampung di SMA Negeri 1 Bandar Lampung, Kamis (4/6/2026).

Menurut Jihan, Gerakan Pramuka tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

"Pramuka menjadi wadah yang sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, Pramuka hadir sebagai sarana pembentukan karakter dan pengendali agar teknologi digunakan secara bijak dan produktif," ujarnya.

Ia menilai aktivitas kepramukaan dapat menjadi alternatif positif untuk mengimbangi ketergantungan generasi muda terhadap gawai dan media digital. Melalui berbagai kegiatan lapangan dan pembelajaran organisasi, anggota Pramuka dilatih untuk berpikir kreatif, bekerja sama, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, serta membangun ketahanan mental dan rasa percaya diri.

Jihan menegaskan bahwa pembangunan Lampung yang terus bergerak maju membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, generasi muda yang dibina melalui Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

"Anak-anak Pramuka hari ini adalah harapan kami untuk menjadi sumber daya manusia yang mampu membantu mewujudkan Lampung yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera," katanya.

Selain menjadi ajang perlombaan, Ambacata Grantha Fest 2026 juga dinilai sebagai sarana pengembangan karakter, peningkatan keterampilan, serta penguatan persaudaraan antar pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan mengungkapkan rencana Kwarda Gerakan Pramuka Lampung untuk memperkuat kapasitas generasi muda di bidang teknologi melalui pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), literasi digital, dan berbagai program adaptasi teknologi lainnya.

Program tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas guna memastikan anggota Pramuka mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.

"Kita ingin anak-anak muda lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Gadget yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk media sosial, tetapi juga untuk kegiatan yang bermanfaat, produktif, dan meningkatkan kapasitas diri," ujarnya.

Jihan juga mengajak lebih banyak pelajar untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka. Menurutnya, berbagai aktivitas luar ruang yang menjadi ciri khas kepramukaan tidak hanya membentuk karakter dan kemandirian, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, pembina, serta keluarga besar SMA Negeri 1 Bandar Lampung yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran yang positif bagi pelajar Lampung.

Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan semangat dan kekompakan anggota Pramuka di Lampung yang terus berkembang.

Jihan berharap Semarak Pramuka Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026 dapat menjadi contoh kolaborasi antara semangat kepramukaan, kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi yang selaras dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Di akhir sambutannya, Jihan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

"Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah pengalaman, memperluas jejaring pertemanan, serta mendapatkan bekal yang akan bermanfaat bagi masa depan," pungkasnya.

(Adpim)