Pemprov Lampung Siapkan ASN Unggul dan Adaptif Melalui PKA dan Latsar CPNS 2026

 


Lampung Selatan – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kualitas sumber daya aparatur melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II serta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XIV dan XV Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Senin (15/6/2026).


Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak perubahan yang adaptif, inovatif, berbasis data, serta berorientasi pada pelayanan publik guna mendukung terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.


"Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Ini adalah proses pembentukan karakter kepemimpinan, integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan yang akan menentukan keberhasilan pembangunan daerah," ujar Jihan.


Ia menilai dinamika pembangunan yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga disrupsi global menuntut birokrasi mampu menghadirkan solusi yang efektif dan inovatif. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus terus dilakukan agar pemerintah mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.


Menurut Jihan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menjalankan sejumlah agenda strategis pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, percepatan pengentasan kemiskinan, pembangunan desa melalui Program Desaku Maju, penguatan ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri berbasis komoditas unggulan daerah.


Seluruh agenda tersebut membutuhkan ASN yang mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


"Setiap perangkat daerah harus mampu menghubungkan tugas dan fungsinya dengan visi pembangunan daerah. ASN harus menjadi fasilitator keberhasilan program-program pembangunan yang telah ditetapkan," ttegasnya


Jihan juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Lampung. Dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan pembangunan, bukan sebaliknya.


Selain itu, ia menekankan bahwa transformasi birokrasi tidak hanya sebatas reformasi administratif, tetapi juga perubahan cara berpikir dan budaya kerja yang berorientasi pada hasil serta manfaat bagi masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Jihan memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,58 persen atau tertinggi kedua di Sumatera, inflasi yang tetap terkendali, serta tingkat pengangguran yang berada di bawah rata-rata nasional.


Meski demikian, Pemerintah Provinsi Lampung masih terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas pendidikan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur.


Jihan juga menyoroti Program Desaku Maju sebagai salah satu program unggulan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang difokuskan pada transformasi ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.


Menurutnya, pembangunan saat ini harus berorientasi pada dampak yang nyata bagi masyarakat.


"Paradigma pembangunan ke depan bukan lagi membesarkan anggaran, tetapi membesarkan dampak. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya. 


Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Lampung, Muhammad Alhusnuriski, menjelaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial pejabat administrator agar mampu memenuhi standar kompetensi jabatan sekaligus mendukung reformasi birokrasi.


PKA Angkatan I diikuti 29 peserta dan Angkatan II sebanyak 45 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga. Sedangkan Latsar CPNS Angkatan XIV dan XV diikuti 80 peserta dari Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Mesuji.


Pelaksanaan PKA berlangsung sejak 15 Juni hingga 3 September 2026 dengan metode blended learning, sementara Latsar CPNS dilaksanakan hingga 24 Juli 2026.


Melalui pelatihan tersebut, Pemprov Lampung berharap lahir ASN yang profesional, berintegritas, inovatif, serta mampu menjadi agen transformasi birokrasi dalam memperkuat pelayanan publik dan mempercepat terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.