BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan ramah tamah bersama Persyarikatan Muhammadiyah di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) yang dihadiri para rektor, anggota, dan pimpinan ALPTK PTMA dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad telah berperan aktif membangun bangsa, terutama melalui sektor pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai bidang dan turut berkontribusi terhadap pembangunan, termasuk di Provinsi Lampung.
"Muhammadiyah selama ini telah membuktikan selama lebih dari satu abad bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui dakwah, tetapi juga melalui pendidikan," ujar Gubernur.
Gubernur juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan sumber daya manusia di Lampung. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung masih berada di peringkat ke-26 secara nasional, sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai sekitar 24 persen.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Lampung menghasilkan ratusan ribu lulusan SMA sederajat. Namun, jumlah tersebut belum sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja formal yang mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penghapusan uang komite sekolah, pengembangan kelas vokasi termasuk vokasi migran dengan penguatan kemampuan bahasa asing, serta program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana yang direncanakan mulai berjalan pada tahun mendatang.
"Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia," tegasnya.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, dan menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
"Pemerintah Lampung membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan lebih dari 561 ribu guru. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 900 ribu guru pada tahun 2030 seiring banyaknya guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah mahasiswa dan alumni program pendidikan keguruan yang mencapai jutaan orang. Karena itu, pemerintah tengah melakukan berbagai pembenahan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), penguatan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta penyelarasan kebutuhan guru dengan sistem pendidikan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas LPTK agar mampu menghasilkan calon guru yang kompeten dan profesional.
"Dengan LPTK yang berkualitas dan bermutu, kita dapat melahirkan calon guru yang kompeten dan kelak melahirkan anak-anak yang kompeten pula," ujarnya.
Fajar Riza Ul Haq turut mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Rakernas ALPTK PTMA ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
