Media Sembilan — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas strategis.
Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Semester I 2026 yang digelar Bank Indonesia di Pesawaran, Selasa (28/4/2026).
Menurut Marindo, ekonomi Lampung menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,28% pada 2025, inflasi terkendali 2,5%, pengangguran 4,14%, serta kemiskinan turun menjadi 9,6%. Namun, ia menekankan pentingnya transformasi dari sektor primer ke hilirisasi agar nilai tambah tidak keluar daerah.
“Sektor pertanian harus bertransformasi menjadi penggerak industri hilir yang memberi nilai tambah lebih besar,” ujarnya.
Pemprov Lampung mendorong hilirisasi berbasis desa melalui program Desaku Maju, meliputi penyediaan pupuk, alat pengering hasil pertanian, penguatan SDM, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Marindo menegaskan, desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi agar manfaat hilirisasi langsung dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi strategis untuk memperkuat ekonomi daerah dan memahami prospeknya ke depan.
Dengan kolaborasi yang kuat, Lampung diharapkan tidak hanya menjadi produsen komoditas, tetapi juga unggul dalam pengolahan dan distribusi.
