Lewat “AI Ready ASEAN”, Pramuka Lampung Dorong Kreativitas dan Inovasi Digital


Bandar Lampung – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkarakter kuat. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Pelatihan Literasi Digital bertajuk “AI Ready ASEAN” yang digelar secara daring, Minggu (5/4/2026).


Dalam sambutan tertulisnya, Ketua Kwarda Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan digital dan pembentukan karakter. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Kwarda Lampung, Riski Sofyan, melalui Zoom Workplace.


“Kecakapan digital harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab harus tetap menjadi dasar,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja di baliknya. Menurutnya, pemahaman tersebut akan membuka ruang kreativitas, mempercepat proses belajar, meningkatkan efisiensi kerja, hingga menciptakan peluang usaha baru di era kecerdasan buatan.


“Semua itu sangat bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya.


Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Peserta didorong untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, membagikannya kepada sesama, serta mengembangkannya dalam komunitas belajar yang berkelanjutan.


“Kita ingin generasi muda Lampung memiliki keberanian untuk mencoba, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kepedulian terhadap dampak dari setiap teknologi yang digunakan,” tambahnya.


Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kwarda Lampung dan Mafindo Lampung, dengan diikuti sekitar 250 peserta aktif yang terdiri dari Pramuka Penegak, Pandega, dan Pembina.


Melalui pelatihan ini, Gerakan Pramuka Lampung menegaskan bahwa kemajuan teknologi akan semakin bermakna jika diiringi oleh pribadi yang berkarakter kuat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan.