Dari Puskesmas ke Tapis: Ketekunan Asri Menjaga Warisan Lampung

 


Lampung(M9G) — Di balik profesinya sebagai bidan, Asri menyimpan ketekunan lain dalam melestarikan kain tradisional khas Lampung, tapis. Di sela tugasnya di puskesmas, ia merajut benang emas menjadi karya bernilai budaya sekaligus ekonomi.


Asri merupakan istri dari Kopda Angga Dwi Ferdian, prajurit Yonif 143/TWEJ Kodam XXI/Radin Inten, sekaligus ibu dari dua anak. Di tengah perannya, ia tetap produktif dengan melanjutkan usaha sulam tapis keluarga yang telah dirintis sejak 1992.


“Tahun 2023 saya mulai meneruskan usaha orang tua. Saya ingin tetap produktif dari rumah sekaligus membantu perekonomian keluarga,” ujar Asri, Rabu (08/04/2026). 


Bagi masyarakat Lampung, tapis bukan sekadar kain, tetapi simbol kehormatan dan perjalanan hidup yang sarat makna. Menyadari hal itu, Asri menghadirkan inovasi melalui UMKM Asri Tapis Lampung dengan memadukan batik dan sulaman tapis, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.


Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, usahanya berkembang hingga kini mempekerjakan tujuh orang. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, usaha tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.


Dukungan dari organisasi turut menguatkan langkahnya. Upaya Asri dinilai tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi.


Bagi Asri, keberhasilan bukan sekadar keuntungan, melainkan bagaimana generasi muda tetap mengenal dan mencintai tapis sebagai identitas Lampung.


Melalui perannya sebagai bidan, istri prajurit, dan pelaku UMKM, Asri membuktikan bahwa perempuan mampu berkarya, menjaga tradisi, sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga.