Jembatan Darurat Kali Pasir: Bukti Respons Cepat Pemprov Lampung Atasi Krisis Akses Pendidikan

 Lampung Timur - Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat menanggapi krisis akses pendidikan yang dialami puluhan pelajar di Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Setelah viralnya video anak-anak berseragam sekolah menyeberangi sungai menggunakan rakit, Pemprov langsung menetapkan pembangunan jembatan sebagai prioritas utama.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat telah dimulai sebagai langkah awal penanganan.

“Kami koordinasikan langsung dengan Pangdam II/Sriwijaya melalui Kodam XXI/Radin Inten. Medan yang sulit dan risiko longsor membuat keterlibatan TNI sangat krusial,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari program strategis Jembatan Merah Putih, yang ditargetkan rampung pada semester pertama tahun 2026.

Menurut Taufiqullah, jembatan lama dinyatakan tidak layak diperbaiki karena faktor keselamatan dan ancaman longsor.

“Rehabilitasi tidak memungkinkan. Solusinya adalah pembangunan ulang secara menyeluruh,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebelumnya telah menghitung kebutuhan anggaran sebesar Rp70 miliar untuk pembangunan jembatan permanen.

Namun, keterbatasan fiskal membuat proyek ini tidak dapat ditangani secara mandiri.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada tahapan dan proses birokrasi yang harus dilalui,” tutup Taufiqullah.