Resmi Dikukuhkan, DPW PKB Lampung Siap Beri Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Daerah

 


BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan.


Pengukuhan DPW PKB Provinsi Lampung tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Mercure, Minggu (8/2/2026).


Dalam amanatnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa jabatan kepengurusan bukan sekadar posisi struktural dalam organisasi, melainkan mengandung tanggung jawab moral, ideologis, dan historis.


“Saya ingatkan bahwa jabatan ini bukan hanya sekadar posisi dalam organisasi, tetapi mengandung tanggung jawab moral, ideologis, dan sejarah untuk menjaga kehormatan PKB,” tegasnya.


Ia juga menekankan agar seluruh pengurus DPW PKB Lampung senantiasa mengabdi kepada masyarakat serta menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.


“Mengabdi kepada masyarakat, menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, persatuan, dan persaudaraan,” pungkasnya.


Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim, menegaskan bahwa seluruh pengurus wajib memiliki sistem pengawasan yang kuat, mengingat potensi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Sumatera.


Karena itu, seluruh jajaran DPW PKB dituntut memiliki sistem yang solid serta mampu bergandeng tangan dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.


“Peristiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang harus menjadi pengingat bahwa bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Maka, seluruh jajaran harus memiliki sistem yang kuat dan siap bergandeng tangan dengan pemerintah dalam menghadapi bencana,” ujar Chusnunia.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pengurus DPW PKB dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di Provinsi Lampung.


“Yang jelas, kami ingin DPW PKB Lampung mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Provinsi Lampung yang kita cintai, baik melalui kader-kader yang terdistribusi di eksekutif maupun melalui peran strategis lainnya,” pungkasnya.