LAMPUNG – Penyeberangan Merak–Bakauheni kembali menjadi fokus utama pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya dijadikan pijakan untuk menyempurnakan pola pengamanan tahun ini.
Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, mengungkapkan sejumlah kendala pada 2025 menjadi perhatian serius. Di antaranya kepadatan rest area akibat parkir truk, lonjakan penumpang pejalan kaki di area pelabuhan, hingga praktik serobot antrean yang memperparah kemacetan.
Menurutnya, skema pengamanan kini dirancang lebih komprehensif. Patroli akan diperketat, termasuk pengawasan kawasan permukiman untuk mengantisipasi tindak kriminal saat warga meninggalkan rumah untuk mudik.
Untuk mendukung kelancaran arus Jawa–Sumatera, sebanyak 76 kapal telah dipersiapkan. Aparat juga menambah buffer zone serta menerapkan rekayasa lalu lintas bertahap dengan indikator kondisi hijau, kuning, dan merah. Dalam situasi tertentu, sistem penundaan kendaraan (delay system) akan diberlakukan agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk pelabuhan.
Selain aspek teknis lalu lintas, kondisi fisik pemudik turut menjadi perhatian. Pos pelayanan kesehatan dan tim respons cepat disiagakan guna mengantisipasi kelelahan maupun gangguan kesehatan selama perjalanan.
Dari sisi cuaca, prakiraan BMKG Wilayah II menunjukkan tinggi gelombang relatif aman. Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat tetap diwaspadai dengan pemantauan berkala.
Kapolda Lampung menegaskan bahwa kelancaran arus mudik harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Pengamanan bukan sekadar menjaga arus tetap lancar, tetapi memastikan masyarakat merasa aman dan dilayani dengan baik,” ujarnya.
