BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan nol anak putus sekolah pada 2026 melalui program Lampung Bidik dengan melakukan pengecekan data siswa hingga tingkat Kabupaten/Kota dan kelurahan agar seluruh anak usia sekolah terdata. Program ini untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang terhenti pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.
Menanggapi itu, Komisi V DPRD Provinsi Lampung, menyatakan dukungannya terhadap program Lampung Bidik 2026 yang digagas Pemprov Lampung untuk menekan angka anak putus sekolah hingga nol pada 2026.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa mengatakan, Program tersebut merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang terhenti pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.
“Lampung Bidik ini kan program Pemerintah Provinsi Lampung yang mendukung program Pak Prabowo agar jangan sampai ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah,” ujarnya, Kamis (19/2).
Kata dia, salah satu penyebab utama anak putus sekolah adalah ketidak mampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
“Faktor ekonomi dari keluarga ini yang membuat anak-anak akhirnya tidak sekolah karena ingin membantu orang tua dengan bekerja," katanya.
Ia menilai program Lampung Bidik sangat baik. Namun demikian, pelaksanaannya perlu didukung dengan penelusuran data yang akurat hingga ke tingkat kabupaten/kota, bahkan sampai ke level kelurahan.
"Perlu adanya penelusuran data sampai tingkat kabupaten, kota, bahkan kelurahan. Data itu penting dan harus benar-benar valid,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata dia, Kerja sama antar lembaga mulai dari pemerintah provinsi hingga perangkat kelurahan, agar anak-anak kurang mampu yang putus sekolah tidak terlewat dalam pendataan.
“Jangan hanya pakai data lama asal bunyi. Kalau memang mau ditelusuri, harus benar-benar sampai ke bawah karena masih banyak anak-anak yang belum terdata,” tambahnya.
Data tersebut nantinya akan diarahkan ke Dinas Sosial untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu.
“Anak-anak bisa masuk Sekolah Rakyat, mendapatkan pendidikan gratis lengkap dengan seragam, makan, uang saku, bahkan tempat tinggal. Kita dukung penuh agar pada 2026 mendatang, jika memungkinkan, tidak ada lagi anak-anak di Lampung yang putus sekolah,” pungkasnya.
