BANDARLAMPUNG – Ribuan massa gabungan dari aliansi masyarakat dan mahasiswa gelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Lampung, Senin 1 September 2025.
Dari pantauan, aksi itu tidak hanya mahasiswa dan aliansi masyarakat tapi juga turut diikuti sejumlah selebgram tiktok, seperti Emak Jieh, Abang Taun, Mba Mira, Mba Putri, dan sejumlah selebgram lainnya juga turut serta menyuarakan suara rakyat di Provinsi Lampung.
Poin-poin aspirasi masyarakat yang disuarakan tersebut sama seperti di Jakarta atau daerah-daerah lain yang sudah di sampai oleh mahasiswa terlebih dahulu.
Diantaranya, tentang permintaan atau massa mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Undang-undang (UU) Perampasan Aset.
Memotong tunjangan dan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bentuk efisiensi dan tanggung jawab moral.
Meningkatkan kualitas gaji dosen dan guru di seluruh Indonesia. dan Memerintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera memecat menteri-menteri yang problematik.
Kemudian yang kelima, Meminta Presiden menekan ketua partai yang menduduki jabatan di eksekutif maupun legislatif untuk diberhentikan atau direstrukturisasi.
Lalu, menuntut pergantian Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), dan ke tujuh poin dalam aspirasi massa itu, menuntut reformasi total Polri dan mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan.
Pada poin kedelapan, massa menyerukan, bahwa menyuarakan bukan hanya reformasi, melainkan revolusi total.
Mendesak evaluasi kinerja Kepolisian Daerah Lampung, Menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHAP) yang merugikan rakyat.
Menolak efisiensi terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, karena keduanya adalah hak rakyat yang fundamental.
Menuntut negara untuk berhenti menggunakan pajak rakyat sebagai alat menindas rakyat. dan Mendesak pembebasan lahan untuk petani dan menegakkan keadilan agraria.
“Aspirasi yang disampaikan tentunya teman-teman kita sudah tau semua, kita sama-sama mengikuti aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan adik-adik mahasiswa yang sudah ada di pusat seperti itu tidak ada bedanya,” kata Putri.
Masyarakat berharap bawah DPRD berkenan bertemu dengan masyarakat untuk berdialog dengan masyarakat.
“Jadi tentunya kita berharap perwakilan dari DPRD bertemu dengan kami masyarakat ingin langsung berdialog dengan mereka,” ucap Putri.
Putri juga menambahkan bawah aksi unjuk rasa hari ini, menginginkan aksi damai yang dimana lampung masih menganut budaya damai, hingga aksi unjuk rasa ini tidak ada yang anarkis atau keributan, dan dia juga berharap bawah anggota-anggota DPRD juga harus sportif untuk menerima dan menyampaikan aspirasi rakyat. (Iqbal)
